Selasa, 02 Juni 2009
DIEKSIS BAHASA BATAK TOBA
1. Pengantar
Linguistik sebagai ilmu kajian bahasa memiliki berbagai cabang. Cabang-cabang itu di antaranya adalah fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, dan sebagainya (Wijana, 1996: 1). Fonologi adalah cabang ilmu bahasa yang mengkaji bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya. Morfologi adalah cabang ilmu bahasa yang mengkaji morfem dan kombinasi-kombinasinya. Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa yang mengkaji penggabungannya satuan-satuan lingual yang berupa kata yang membentuk satuan lingual yang lebih besar berupa frase, klausa, kalimat, dan wacana. Semantik adalah cabang ilmu bahasa yang mengkaji makna satuan lingual, baik makna leksikal maupun makna gramatikal. Makna leksikal adalah makna unit semantik yang paling kecil yang disebut leksem, sedangkan makna gramatikal adalah makna yang berbentuk dari penggabungan dari satuan-satuan kebahasaan. Berbeda dengan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik yang mempelajari struktur bahasa secara internal, pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yaitu bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalam komunikasi (Parker, 1986: 11). Makna yang dikaji dalam semantik adalah makna yang bebas konteks (context independent), makna linguistik (linguistic meaning) atau makna semantik, sedangkan makna yang dikaji dalam pragmatik adalah makna yang terikat konteks (context dependent), maksud penutur (speaker meaning) atau (speaker sense) (Verhaar 1983: 131; Parker, 1986: 32; Wijana, 1996: 3).
Makna yang dikaji oleh semantik bersifat dua segi atau diadis (dyadic). Makna itu bisa dirumuskan dengan kalimat What does X mean? (Apa makna X itu?). Makna yang ditelaah oleh pragmatik bersifat tiga segi atau triadis (triadic). Makna itu dapat dirumuskan dengan kalimat What did you mean by X? (Apakah yang kau maksud dengan berkata X itu?) (Leech, 1993: 8; bandingkan pula Wijana, 1996: 3).
Pragmatik sebagai cabang linguistik yang berdiri sendiri memiliki bidang kajian yang cukup kompleks, bahkan dimungkinkan sering tumpang tindih antara kajian pragmatik dengan kajian cabang linguistik yang lainnya. Misalnya, kajian tentang pengacuan yang dipelajari dalam wacana, sampai saatnya akan dipelajari pula dalam deiksis yang termasuk kajian dalam pragmatik atau sebaliknya. Memang cukup sulit untuk membatasi secara tegas antara bidang yang satu dengan bidang yang lainnya.
Menurut Kaswanti Purwo (1987: 7), bidang kajian yang dipelajari dalam pragmatik ada empat yaitu : (1) deiksis, (2) praanggapan (presupposition), (3) tindak ujaran (speech acts), dan (4) implikatur percakapan (conversational implicature). Sedangkan menurut Levinson (1987: 27), bidang kajian pragmatik mencakup tentang deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan aspek-aspek struktur wacana. Dengan demikian, Levinson memasukkan satu hal yang lain yaitu aspek-aspek wacana dalam kajian pragmatik, sedangkan Kaswanti Purwo tidak menyebutkan aspek wacana tersebut.
Berdasarkan uraian di atas, tulisan ini hanya akan mengangkat satu pembahasan yang cukup menarik sebagai suatu kajian kebahasaan yang termasuk dalam kajian pragmatik yaitu deiksis, khususnya deiksis dalam bahasa batak toba.
2. Deiksis dalam Bahasa batak toba
Kata deiksis (deixis) berasal dari kata Yunani deiktikos, yang berarti ‘hal penunjukan secara langsung’. Dalam logika istilah Inggris deictic dipergunakan sebagai istilah untuk pembuktian langsung (pada masa setelah Aristoteles) sebagai lawan dari istilah elenctic, yang merupakan istilah pembuktian tidak langsung (The Compact Edition of the Oxford English Dictionary dalam Kaswanti Purwo, 1984: 2). Dalam linguistik sekarang kata itu dipakai untuk menggambarkan fungsi kata ganti persona, kata ganti demonstratif, dan leksikal lainnya yang menghubungkan ujaran dengan jalinan ruang dan waktu tindak ujaran (Lyons, 1977: 636). Sebelumnya, istilah deiktikos dipergunakan oleh tatabahasawan Yunani dalam pengertian yang sekarang disebut kata ganti demonstratif.
Deiksis adalah bentuk bahasa yang referennya berpindah-pindah tergantung pada siapa yang menjadi pembicara, atau penulis, dan tergantung pada waktu dan tempat bentuk itu dituturkan (Kaswanti Purwo, 1984: 1). Bentuk bahasa itu dapat berupa kata atau frasa (Jack Richards et al., 1989: 75). Sebuah kata dikatakan bersifat deiktis apabila referennya berpindah-pindah atau berganti-ganti, tergantung pada siapa yang menjadi si pembicara dan tergantung pada saat dan tempat dituturkannya kata atau frasa itu. Kata seperti bapa ‘ayah’ dan sonari ’sekarang’ adalah kata-kata yang deiktis. Kata-kata seperti ini tidak memiliki referen yang tetap. Berbeda halnya dengan kata seperti bukku ‘buku’, jabu ‘rumah’, tas ‘tas’. Siapa pun mengucapkan kata bukku ‘buku’, jabu ‘rumah’, tas ‘tas’, di tempat mana pun, pada waktu kapan pun referen yang diacu tetaplah sama. Akan tetapi, referen dari kata bapa ‘ayah’ dan sonari ’sekarang’ baru dapat diketahui jika diketahui pula siapa, di tempat mana, dan pada waktu kapan kata-kata itu diucapkan. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan kalimat berikut.
(1) A :Adong bapa? ‘Ayah ada?’
B : Ndang adong? ‘Tidak ada?’
Kata bapa bisa mengacu pada ayah A atau bisa juga pada ayah B. Kalau kata bapak mengacu pada ayah A berarti A benar-benar menanyakan keberadaan ‘ayah’-nya mungkin sedang berada di tempat B. Sedangkan kalau bapak mengacu pada ayah B berarti A memerlukan informasi tentang keberadaan ayah B.
Kata sonari juga bersifat deiktis dapat diperhatikan tuturan (2) berikut.
(2) Sonari bayar, sogot gratis. ‘Sekarang bayar, besok gratis.’
Kata sonari ternyata acuannya berpindah-pindah, karena sonari dalam (2) akan berbeda apabila tuturan itu dituturkan satu hari berikutnya tetap akan berbunyi sonari bayar, sogot gratis, satu hari berikutnya lagi tetap akan berbunyi seperti itu, tergantung waktu ujaran (moment of speaking). Di samping itu, terdapat pula kata sesuk yang juga bersifat deiktis sehingga menarik sekali dalam penggunaannya bersama dengan kata saiki. Tuturan ini kadang-kadang kita jumpai di warung-warung atau rumah makan dengan maksud untuk memikat konsumen agar selalu mengunjungi warung atau rumah makannya. Berdasarkan tuturan itu mungkin tidak pernah ada konsumen yang menikmati fasilitas gratis. Nampaknya juga tidak mungkin apabila tuturan (2) itu diubah menjadi seperti (2a).
(2a) * Sogot bayar, sonari gratis. ‘Besok bayar, sekarang gratis.’
Masing-masing tuturan (1) dan (2) referennya ada di luar tuturan, sehingga untuk mengetahui maksud tuturan itu harus dijelaskan faktor luar bahasa, seperti siapa, di tempat mana, dan pada waktu kapan tuturan itu berlangsung atau dituturkan.
Berdasarkan referennya, deiksis dapat dibedakan menjadi dua yaitu: (1) deiksis endofora (referennya ada di dalam tuturan) dan (2) deiksis eksofora (referennya ada di luar tuturan). Masing-masing dapat diperhatikan uraian 2.1 dan 2.2 berikut.
2.1 Deiksis Endofora
Deiksis endofora adalah deiksis yang referennya ada dalam tuturan. Deiksis endofora ada dua macam, yaitu deiksis endofora yang anaforis (pengacuan pada hal-hal yang telah disebutkan di muka) dan deiksis endofora yang kataforis (pengacuan pada hal-hal yang disebutkan kemudian). Deiksis endofora dapat berupa pengacuan persona dan demonstratif (berupa aspek lokatif maupun temporal). Pengacuan persona atau orang meliputi kata persona pertama: aku ’saya’, au (iba) . Kata ganti orang kedua misalnya: ho ‘kamu’, hamu ‘kamu’. Adapun kata ganti orang kedua misalnya -mu ‘-mu’. Kata ganti orang ketiga misalnya ibana ‘dia, ia’.Pengacuan demonstratif lokatif misalnya tuson ’sini’, tusi ’situ’, tusan ’sana’,jolo ‘depan’, pudi‘belakang’; sedangkan pengacuan demonstratif temporal misalnya sonari’sekarang’, nantuari‘kemarin’, dan sogot ‘besok’.
Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan tuturan (3) dan (4) berikut.
(3) Minggu nasalpu Tumpal mardalani tu jakarta, dang panagaman jumpang dohot donganna namasahai. ‘Minggu yang lalu Tumpal rekreasi ke jakarta, tidak terkira dia bertemu dengan teman lama.’
(4) Dohot soara na gogo, patoranghon matematika guru i. ‘Dengan suaranya yang keras, guru itu menjelaskan soal matematika.’
Kata Tumpal dan ibana dalam (3) memiliki referen yang sama, dan ibana mengacu ke arah depan yaitu kata Tumpal.
Deiksis endoforis merupakan pengacuan yang ada dalam tuturan nampaknya bukan merupakan fokus dalam kajian pragmatik, karena kajian pragmatik lebih menekankan referen di luar tuturan. Pengacuan di luar tuturan itu termasuk dalam cakupan deiksis eksofora.
2.2 Deiksis Eksofora
Deiksis eksofora adalah deiksis yang referennya ada di luar tuturan. Untuk mengetahui pengacuan di luar tuturan itu maka harus mengetahui faktor luar bahasa, seperti siapa, di tempat mana, dan pada waktu kapan tuturan itu berlangsung.
Deiksis eksofora dapat berupa deiksis persona dan demonstratif (berupa aspek lokatif maupun temporal). Misalnya, bentuk sapaan ibu ‘ibu’ bersifat deiktis, karena bisa berpindah-pindah referensinya. Kata ibu dapat ditafsirkan sebagai persona pertama, persona kedua, dan persona ketiga. Misalnya dalam tuturan (5), (6), dan (7) berikut.
(5) Lao majo uma tu onan da. ‘Ibu akan pergi ke pasar, ya.’
(6) Lao tudia uma? ‘Ibu akan pergi ke mana?’
(7) Maronan do uma. ‘Ibu sedang pergi ke pasar.’
Secara eksternal, bila dilihat dari penggunaan kata ibu dalam (5) sebagai persona pertama, karena tuturan seorang ibu itu mungkin disampaikan kepada anak-anaknya atau kepada suaminya, dalam (6) sebagai persona kedua, karena tuturan itu muncul dari anak-anaknya atau mungkin juga dari suaminya, sedang (7) sebagai persona ketiga, karena tuturan itu muncul dari ana-anak atau suaminya yang masing-masing memberikan informasi tentang kegiatan atau keberadaan ibu.
Deiksis lokatif berpusat pada penutur. Misalnya kata dan frasa tuson ’sini’, disi ‘di situ’, dan disan‘di sana’ adalah deiktis karena untuk mengetahui makna frasa-frasa itu harus mengetahui siapa, kapan, dan di mana tuturan itu dihasilkan. Masing-masing frase itu dapat diperhatikan penggunaannya dalam tuturan (8), (9), dan (10) berikut.
(8) Nunga hea ahu lao tusan . ‘aku sudah pernah pergi Kesana’
(9) Tabo do panghilalaonhu disan. ‘Di situ saya merasa senang.’
(10) Dung sahat ahu disan tabo do panghilalaanku. ‘setelah sampai disana aku merasa nyaman’
Ditinjau dari pusat deiksis dengan penuturnya, maka kata tusan dalam (8) ‘dekat dengan penutur’, frasa disan ‘agak dekat dengan penutur’, dan disan ‘jauh dengan penutur’.
Hal lain yang menarik pada kata tuson ’sini’, tusan ’situ’, dan tusan ’sana’ bukan hanya merupakan deiksis lokatif, tetapi juga merupakan deiksis persona pertama, persona kedua, dan persona ketiga seperti nampak dalam tuturan (11) berikut.
Dalam kasus pembalikan deiksis (deictic reversal) kata dison ‘di sini’ dan frasa di son ‘di sini’ dapat ditemukan dalam pembicaraan pada situasi pembicaraan dengan telepon dan dalam situasi menulis surat.
(11) Halo, ai ro do udan lae dison? ‘Halo, bagaimana mas sini hujan tidak.’
(12) Bah, naimbaru bajuna. Patuk ma asing pardalanna. ‘Wah, bajunya baru. Pantas jalannya lain.’
(13) Ise goarna? Didia jabuna? ‘Namanya siapa? Rumahnya di mana?’
Bentuk jolo ‘depan’ dan pudi ‘belakang’ juga bersifat deiktis, misalnya dalam tuturan (14) berikut.
(14) dijolo ni hau i adong biang. ‘Ada anjing di depan pohon.’
Kata jolo dan pudi tidak deiktis apabila dirangkaikan dengan nomina seperti manusia, rumah (karena mempunyai bagian depan dan belakang).
Deiksis temporal tergantung pada waktu ujaran (moment of speaking). Misalnya kata sonari dan sogot dalam (2) di atas adalah deiktis. Kata yang lainnya yang sejenis dengan kata sonari dan sogot adalah nantuari ‘kemarin’, misalnya dalam tuturan (15) berikut.
(15) Nantuari hului do ho.’Saya kemarin mencari kamu.’
Berdasarkan waktu ujaran, kata nantuari dalam (15) ’satu hari sebelum tuturan berlangsung atau dituturkan’, sehingga kalau tuturan itu misalnya dituturkan satu hari kemudian, maka kata nantuari akan mengalami perpindahan referen.
3. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1) Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yaitu bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalam komunikasi. Makna yang dikaji dalam pragmatik adalah makna yang terikat konteks (context dependent), maksud penutur (speaker meaning).
2) Dalam kajian ini ditemukan deiksis persona seperti kata bapa (bapak), ahu (aku), hamu (kalian), ho(kamu), iba(saya). Ditemukan juga deiksis tempat seperti kata disan (disana), dison ( disini), disi (di situ), dan juga deiksis waktu seperti sogot( besok), sonari (sekarang), nantuari (kemarin).
KAMUS BAHASA SIMALUNGUN
DISUSUN
O
L
E
H
MARUNE TAMPUBOLON (060701001)
DEPARTEMENT SASTRA
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2009
A
Abab abu : __ni rih, abu lalang (yang terbakar)
Abah cara memotong kayu: anggo manobah hayu maningor __ kalau menebang kayu, arah harus tertentu
Abal jalan di hutan yang biasa ditempuh orang (jalan tikus): Ia mardalan hum __ dia berjalan dari jalan tikus
Abalabal sejenis tempat garam: -- inganan ni garam tempat menyimpan garam
Abalan jalan di hutan yang biasa dilalui binatang: -- ni rusa jalan yang biasa dilalui rusa
Aban kosong: gong -- holing sorani tong kosong nyaring bunyinya
Abanaban kosong: jabu ai domma – rumah itu sudah kosong
Abat halangan: aral
Abei terbuat: -- sonduk hubani hayu, sendok terbuat dari kayu
Abing pangku: halak ai -- anggi orang itu memangku adik
Abir pengharapan: -- ihat ni unur pengharapan pengikat hati
Abul tanggung: hayu ai – ganjang ni kayu itu tanggung panjangnya
Abur berserak: omei ai – padi itu berserak
Agak kiri- kira: __
Agan pikir : __ lobei baru boli sabah ai pikir dahulu baru beli sawah itu
Age biar : __ ma au laho mi biarlah aku pergi
Agena biar : __ ni soraha biar bagaimana
Agih agak : __ ni ia maila agaknya dia malu
Agu campur : __ kopi pangkon gula campur kopi dengan gula !
Aha apa : __ na ibuat i jaima apakah yang kuambil di situ
Ahap rasa : __ hu hurang sodap rasaku kurang enak
Ahir parah : __ naborit do danak parah penyakit anak itu
Ahut membersihkan
Ain angkat : __ karosi ai angkat kursi itu
Aing mengaduh : ia __ dia mengaduh
Ajal ajal : lape __ marpantang matei belum ajal berpantang mati.
Ajar nasihat : tangar __ inang ! dengar nasihat ibu !
Aji racun : si ucok matei inum __ si ucok mati minum racun
Akal pikiran : magou __ hu hilang pikiranku
Akim yakin : au __ia laho roh ku yakin di akan dating
Alad tujuan : huja __ mu kemana tujuan mu?
Alah kalah : ya __ judi dia kalah berjudi
Alal suara : __ adek jenges suara adik merdu
Alamat tanda : aha __ lombu ai apakah tanda lembu itu?
Aldom tutup : __ ibah ai ! tutup pintu itu
Algup sesuap : __ indahan sesuap nasi
Alit gulung : __ tali on ! gulung tali ini !
B
Ba induk surat ke-19
Babah mulut: -- ni anjing mulut anjing
Babak kulit binatang: -- i gattungkon i dapur kulit binatang digantungkan di dapur
Boban bawa: -- indahan hujon! Bawa nasi ke mari!
Babang banjir: -- bah Silou banjir sungai Silou
Babat bebat
Babi babi: adong – i harangan ada babi di hutan
Babou atas: i – hayu di atas kayu
Badan badan: borit – hu sakit badanku
Badik semacam pisau: -- bosi semacam pisau besi
Badug majal: pisau – pisau majal
Baduhang sejenis ikan: adong – bagas bah ada sejenis ikan di dalam sungai
Bador malu: ulang mambahen – jangan membuat malu!
Badou ikan badau: bajon – ai berikan padaku ikan badau itu!
Baen perbuat: aha i – si Ali i jae apa yang diperbuat si ali di situ?
Bag suara barang jatuh: adong – i rumah ada suara barang yang jatuh di rumah
Bagod enau: adong tubuh di jae – ada tumbuh enau di situ
Bagah, bagahbagah janji: halak ai – pakon au orang itu berjanji denganku
Bagan tepi laut: huta i – tempat di tepi laut
Bagei berbagai-bagai: -- rupana berbagai-bagai warnanya
Bagit teliti: -- lobei telitilah dulu!
D
Da ya; setuju: ulang misir-misir hurumahni halak -- ! jangan pergi ke rumah orang lain kalau tak perlu, ya!
Dabu, dabudabu pertimbangan: sibotoh – hon ma hata ompung ta ai! pertimbangkanlah kata nenek kita itu!
Dabuh, madabuh jatuh: halani – ponggol maheini karena jatuh, kakinya patah
Dadadur lantai dekat dapur (terdapat pada rumah bertangga atau rumah atas): hundul i – duduk di lantai dekat dapur
Dadang, mardadang diang; berdiang; mar – ma anggo borgohan! berdianglah kalau kedinginan!
Dadar pencuri: ubag – liar matani tikus pencuri liar matanya
Dadas banyak: -- pangan ase bosur banyak makan agar kenyang
Dadap raba: ulang mar – baina golap! jangan meraba dalam gelap!
Dadei sebangsa musang sebesar tikus: bahatdo – i juma nami banyak sekali musang kecil di ladang kami
Dadih susu: bahatdo pitaminni – vitamin susu banyak
Dagang, mardagang berusaha sendiri; cari sendiri: mar – hu ianan ma daoh berusaha sendiri pada tempat yang jauh
Dagas bara api
Dagei rasa; ratap; sedih: -- do pangahap meteian sedih rasanya yang kemalangan
Dagil alat untuk membuang akar-akar pada ladang yang baru
E
Ea ya: boan on da – bawa ini, ya?
Eab bunyi yang keluar dari mulut karena kekenyangan; anomatope
Eak ya (setuju) mengiyakan: -- tandinght: elangelang i jabu ya, aku tinggal sendirian di rumah
Eal lenggang: mang – ni hutan ai melenggang gadis itu
Eas lalai; acuh: -- ho bani acuk kau padanya
Eba,ebaeba sisa;sia-sia: -- ni indeks sisa-sisa nasi (makanan)
Ebang melenggang: mase – ho? Mengapa engkau melenggang?
Ebas sedikit kelihatan
Ebeng,mengebeng minta, (harus dengan memakai afiksasi);minta jasa.: -- duit minta jasa uang
Eda, mareda ipar, (tutur kaum wanita saudara si A (laki-laki) yang wanita, memanggil adik kepada istri si A; memanggil eda
Edak menganggur: -- dassa horja menganggur saja kerja
Edang berjalan kesana ke mari (tak menentu): -- do horjain ke sana ke mari saja kerjanya
Edar salah duga; keliru: -- do pangahap mu ai salah duga atau keliru perasaanmu itu
Edek meminta: -- do tang meminta selalu
Edengedeng nyanyi
Edep kerdip; memicingkan mata
Edet elastis: -- gotah on elastis getah ini
Eduk bengkok tidak sampai patah: mase i – ho hayu on? Mengapa engkau bengkokkan kayu ini?
Edut, medutedut juntai, terjuntai-juntai
Egab kekenyangan: -- ma use sudah kekeyangan
Egad geliat: -- pardalanni menggeliat-geliat jalannya
G
Ga huruf ketujuh dari 19 huruf Batak
Gab suara tinju
Gabag tengkorak: in – ni jolma nahina itu adalah tengkorarak orang purbakala
Gabagaba gaba-gaba
Gabar takut: -- dassa ia songon dakdanak baru lahir takut benar dia seperti anak-anak yang baru lahir
Gabei kelakuan: dear tuma: -- ni anak ni si Malin ai bagus betul kelakuan anak si Malin itu
Gabgab makan: babui – sipanganonni babi memakan makanannya
Gabuggabug lari keras: terpaksa – halan itangar kaba ai na sambor ai terpaksa lari keras karena menduga kabar yang buruk
Gabuk serbu: -- tumang do demban ai subur benar sirih itu
Gabur enak: jagul polgang – tumang jagung rebus enak sekali
Gadakgadak cerewet: ia tong – doppak dalan dia selalu cerewet ketika jalan
Gadal berbaring: si Amat – tapi torus tar pondom. Si Amat berbaring tetapi terus tertidur
Gadam kusta: halak ai hona – tene orang itu kena kusta, ya!
Gadung ubi kayu : inang mangobat__ibu mencabut ubikayu
Gaga lambat-lambat : ulos mangan in ulang__ ! cepqat makan itu jangan lambat-lambat!
Gagah suka naik : __maho marhudain suka sekali kau naik kuda
Gagan guna : aha do __ ni, hayu ai? Apa gunanya kayu itu
Gagat makan rumput: : hambing mangan __ kambing makan rumput
Gait merepet : ulang __hol jangan merepet kau
Gajak bernyala : apui __ i juma api menyala di ladang
Gajah gajah : baggan ni __ai do besar sekali gajah itu
Gaji gaji : ia mar hoja __ ni oteh dia bekerja gajinya sedikit
Gajomgajom gatal :__nahei danak ai horona hirrah gatal kaki anak itu karena keladi hutan
Gajur lapar : boltokni __ perutnya lapar
Gakgaok tegak : ulang he __ i jae ! jangan kau tegak disitu !
Galak cerewet : __ tumang inangni cerewet sekali ibunya
Galang tidur : inang __ibu tidur
Galapang roda : lereng __ ni dua sepeda rodanya dua
Galedo bengkok : bosi ai __ besi itu bengkok
Galgak bacok : Lison __ hayu lison membacok kayu
Galir meleset : hayu ai __ i sihit kayu itu meleset di gergaji
Galmok galak : angkulani __ tumang badannya lemas saja
Galto besar : ihan ni __ ibah sibayak ikan besar di sungai sibayak
Galuh pisang : aima gorami __ sitabar itu namanya pisang sikepok
Galunggung belukar : harangan __ hutan belukar
Gambar gambar : i bahan __ ni lombu dibikin gambar lembu
Gambiri kemiri : buah __ hibul hibul buah kemiri bulat-bulat
Gamol remas: mambuat kue di __ lobei membuat kue diremas dulu
Gamot pegawai : __ raja pegawai raja
Gampa sebatang kara
H
Ha ha: a – sonai ma ya, ha begitulah
Haba, haba-haba hujan lebat: terbangun lantaran terkejut (terbangun tiba-tiba)
Habaluan mati suami: inang nasula ai domma – hubani ibu yang satu itu sudah mati suaminya
Habandulan terantuk: naheimi sbadu – halani tarsipak batu kaki si Badu terantuk karena tersepak batu
Habang terbang: haluhui – daoh tumang hu atas elang terbang jauh betul ke atas
Habar kabar: aka do – ni hupparantoan apa kabarnya dari perantauan?
Habaru menunggu si sakit: domma dokah ahu – on ijon sudah lama menunggu si sakit di sini
Habas puas: domma – uhurho halani domma ipadas sudah puas hatiku karena sudah disumpah
Habiar takut: begu – ni bodat, paes dan lain-lain harimau ditakuti oleh monyet, kancil, dan lain-lain
Habinsaran timur: mata ni ari hu – do poltak ni matahari dari timur terbitnya
Habirotan huruf Batak yang menukar bunyi a menjadi u
Habkab terbuka: makna do dingding ni rumah ni – sambolah mengapa dinding rumahmu terbuka sebelah?
Habong sayap: dayok – ni dua aima i bahem untuk habung ayam sayapnya dua; itu digunakan untuk terbang
I
Iah olok kepada anjing agar menggonggong
Iak mengaku; ya; mengiyakan: ra do ho? – maukah kamu; ya?
Ian, mangian tempat; menempati: -- ni omei habon tempat padi adalah lumbung
Ianan tempat: -- ni hapur tempat kapur
Iapiap bertualang kesana kemari tak menentu: -- dassa ho ke sana ke mari saja engkau
Iba lebih; terlebih: -- do ho hun bani! lebihkan daripadanya!
Ibuging tungging ayam; bagian ekor burrung dan sejenisnya
Ibus kumbuh; mensiang (sebangsa rumput yang bisa dianyam menjadi tikar)
Idah lihat; tengok: -- lobei juma ai, lihat dahulu ladang itu!
Idahidalani moga-moga, insya Allah
Idaida menagih; ketagihan; terkenang: -- do ho bani? Terkenang engkau padanya?
Idang layan; melayani: -- lobei tamu ai! layani dulu tamu itu!
Idangidang sebangsa talam atau dulang kecil
J
Jabab jawab: ulang – parhataan inangmui! jangan jawab perkataan ibumu!
Jabat salam: -- lobei au, tongkin nari misir maho! Salami dulu aku, sebentar lagi engkau akan pergi!
Jabatan 1.senjata; 2.alat: marsiboan – ni bei laho! Salami dulu aku, sebentar lagi engkau akan pergi!
Jabek jenggot: -- ni hambing jenggot kambing
Jabir lantam: -- dassa babah ni lantam sekali mulutnya
Jabjab jambul panjang; rambut panjang: dayok mar – ganj] ang ayam berjambul panjang
Jabolon babu, hamba: ulang suruh ai ija dong – mu au, jangan suruh-suruh aku; aku bukan babumu!
Jabu rumah: banggal do – ni sedea i huta besar sekali rumah mereka di kampung
Jagak duduk tetap: -- bai hundulani duduk tetap di tempat duduknya
Jagal daging: ongga doho matangan --? Pernahkah engkau makan daging?
Jagar bagus: domma – parsahapan sudah bagus pembicaraan
Jagiah cantik: -- halakni songon bintang yang bersinar (arti kiasan)
Jagjag rambut yang kusut: songon – seperti rambut yang kusut
K
Ka ha: -- indung ni surat na paduahon bani surat 19 induk surat yang ke-2 dalam alfabet 19 (jumlah induk huruf 19 buah dalam bahasa Simalungun)
Kababan lengkap sekali makan: -- marpuran lengkap sekali makan sirih
Kaha kakak, abang: -- ku parsipsip kakakku pendiam
Kahan, sikahan sulung: ise do hanima -- ? siapa di antara kamu sekalian yang paling sulung?
Kakap periksa: -- i lobei pangkei! periksa dahulu dengan teliti!
Kahawa kopi: adong – nima adakah kopi kamu sekalian?
kahen hilir: hu – torus mardalan ke hilir terus berjalan
kahul nafsu; dorongan hati; hajat
L
La huruf keenam belas dari jumlah huruf sembilan belas dalam bahasa Simalungun
Laba laba: lang mar – boniaga na ni tak berlaba jualan kami
Labah pintu: padear – hanami memperbaiki pintu kami
Labar membuat masakan tersendiri: bapa man – gadung bapak membakar ubi
Labas suara benda yang jatuh lembut: huidah boras ni utte – han kulihat buah jeruk jatuh dari pokoknya
Labei tempat perangkap dipasang
Labilabi cacing perut: bahat do – i bagas boltok ni si butet ai banyak cacing di dalam perut si butet itu
Lablab luas; lebar: juma nami – tumang ladang kami sangat luas
Labu guna: seng dong___ gadung ai be tidak ada guna ubi itu lagi
Ladang ladang: hanami mansamot ___ nabolak ai kami mencangkul ladang yang luas
Lae ipar: bujur tumang do hassa ___ ni sungguh baik sekali ipar si Amir
Laga orang yang sangat kuat makan: agape __ mangan si Kasmir ai, tapi sengra ia mombur walaupun si Kasmir kuat makan, tetapi dia tak mau gemuk
Lagas berserak: bulung ai __ daun itu berserak
Lagei menipu dalam perniagaan
Lagut berlumpur: horbou __ i ra wang kerbau berlumpur dikumbangan
Laha menampi: inang ___ horas lahon mardalan ibu menampi beras mau memasak nasi
Lahang jarang: si Didi ___ hurumah ku sonari si Didi jarang ke rumahku sekarang
Laho pergi
Lai hormat
Lain lain: adong na ___ ada lagi yang lain
Laing cantik: Tuti __ Tuti cantik
Lais tampan: Badu ___ Badu tampan
Lambas lapang: jabu ni tulang ___ tumang rumah paman lapang sekali
Lambei daun enau: jenges tumang __ ai cantik sekali daun enau itu
Lambung sisi: __ jabu nami sisi rumah kami
Lamlam sampah: biasani anggo ___ i tutung do biasanya sampah di bakar
Lampang mengganggu: __ halak mengganggu orang
Lana tergenang: bak ai __ air itu tergenang
M
Magin sakit; tiap borngin do __ ulukku tiap malam sakit kepalaku
Magira nanti
Mahol mahal ; huahap __ do ituhor ho bajumu ai kukira mahal kau beli bajumu itu
Maju maju ; bah__ do usahamu do semakin maju usahamu ini
Makus jorok ; bajuni __ tumang bajunya jorok sekali
Malang segan ; au__manonggah guru saya segan melihat guru
Malo boleh ; anggo__ mulak au sonari kalau boleh aku pulang sekarang
Malpas lemas ; au__ halani laheansaya lemas karena lapar
Malu malu; unang mambehan__ ho ijon
Maluah lepas; horbui ai__ humbani talini kerbau itu lepas dari talinya
Malum sembuh; sehat : domma __kawanku sudah sehat kawanku
Mamah nasi ( kata untuk anak- anak ) __ lobei ho makanlah dulu engkau
Makan makan : __ sipanganon na mantin makanan yang enak
Manisia manusia: lang dong__ijai tak ada manusia disana
Manoh kenang- kenangan : __ han bani ompung kenang- kenangan dari nenek
Mantin enak: buah ni durian __ daini buah durian enak rasanya
Mantod tersentak: __ ia mardalan tersentak dia berjalan
Mapan rata: dalani ai___ tumang jalan itu rata sekali
Mapin jamin: __ do ia bai padanni dai jamin dengan janjinya
Mapir keras: batu krikil ai___salian batu krikil itu keras sekali
Mapor lebat: udan ai __ nokkan hujan itu lebat tadi
Marah marah: ulang sompat__ bapa jangan sempat ayah marah
Maranti kayu: hayu __ ai baggal tumang kayu meranti itu besar sekali
Maridi mandi: sodang tumang __ pagi- pagi sedapsekali mandi pagi- pagi
Masa kejadian: ahu na__ i saribudolok? Apa yang terjadi disaribu dolok?
Masakah sering : bapa__ tumang buritan bapak sering sakit
Mayap terbang : tukkukku__ i ombus logou topiku terbang dihembus angin
Mayat bangkai : domma mayup__ hambingai sudah hanyut bangkai kambing itu
Meja meja : opat nahei ni __ ai meja itu empat kakinya
Melap manis: __ dai ni bahni bagod manis rasanya airnira
N
Nada bukan: __ hubuat bukan ku ambil
Nadong ada : maruah__ orang yang berada
Nahei kaki : naborit__ ni sakit kakinya
Nahi isi : __ lobei serek on! Isi dulu cerek ini!
Nahit menyala : domma__ apui ai?sudah menyala api itu?
Naik naik: __ hu atas rumah! Naik keatas rumah!
Naman hanya : ia __ anak ni dia hanya tinggal anaknya
Nanah nanah: bahat__ ni bayoh nibanyak nanah bisulnya
Nanggei lambat ; pelan: __ pardalanni lambat jalannya
Nanget lambat : __ lambat pardalanni lambat jalanni
Nangka nangka : marbuah__ berbuah nangka
Nangkih panjat: andai bodat ma__ durian itu monyet memanjat durian
Napa pupuk : mamboan __ hu juma membawa pupuk ke ladang
Naporon semak : adong ulog i __ ada ular di semak
Narnar bara api: ulang i dogei!__ jangan dipijak bara api!
Nata nyata: __ do gamp salah mai nyata semua salahmu itu
Nekat nekad : __ tumang ia misir nekad sekali dia pergi
Ngalut susah: __ do mansari horjasusah mencari kerja
Ngangang ternganga: __ babalni mangido mangan ternganga mulutnya minta makan
Niak pedih : __ tumang ugahku pedih sekali lukaku
Nolnol melotot : __ panonggomi bai botou ai melotot matanya kepada gadis itu
Nongnong tenggelam : nombis ahu me __ ibah aku hamper tenggelam di sungai
Nonok kencing : ulang__ bae pedoman ma! Jangan kencing di tempat tidur, ya!
Noran baris; jalur: __ ni suan suanan! Bariskan tanaman itu!
O
Odak aksi: __ do haganup didahon semua tampaknya aksi
Odong selidik __ i lobei ulang mintor itangkop! Selidiki dulu, jangan terus ditangkap
Odor beriring : __ do porkis mardalan semut berjalan beriring
Odot tekan: __ baen ase marhata! Tekanlah agar berbunyi!
Oji suka: __ uhur mangidah suka hati melihat
Ojoh paksa: __ malah ase lao ia! Paksa saja biar pergi dia!
Ojur dorong; bujuk: __ ia ase ra ra missir bujuk dia agar mau pergi!
Okak tulang : baliang marosuh mangan__ anjing suka makan tulang
Okang menyorot: ___ rumah sadea menyorot rumah mereka
Olom simpan: ulang __ hata nasala (silap)! Jangan menyimpan kata yang salah!
Olos keras: __ mulak harumah dong na roh! Lekas pulang kerumah, ada yang datang! (ada tamu )
Omar ancam
Omas emas : banggal- banggal do __ sedea na satangga meeka sekeluarga memiliki mas yang besar- besar
Ombas nyaris: __ madomu humbaih hayu nyaris jatuh dari kayu
Ombuk hembus; tiup: __ lobei apui ai! Hembus dulu api itu
Omou dusta: ganupan turi- turianmu __ haganupan semua cerita itu omong kosong (dusta)
Ompan umpan: aha do ibaen ho __ ni hailmu? Apa kau buat umpan kailmu?
Ompong lempar: __ batu on hu dipar ai! Lempar batu ini keseberang sana!
On ini: __ do huting namanangkoi ikan ai inilah kucing yang mencuri ikan itu
Ondas serah: __ ma hutanganmu terserahlah ke tanganmu
Onding lindung: __ bani laban terlindung oleh pintu
Onil sedikit: dia __ nari! Minta sedikit lagi!
Onjat padat: __ baen ase sian haganupan! Padatkan agar muat semuanya!
Onjol istirahat: __ na lobei nasiam! Istirahatlah dulu kalian!
Ongga pernah: __ doho mangan tahu sumedang? Pernahkah kamu makan tahu sumedang?
Ongkal gali: __ gadung in ase i tutung! Gali ubiitu biar kubakar!
Ongkap panas: __ songon nai tutungpanas seperti yang terbakar
Onom enam: __ halak do hassa sedea misir enam orang saja mereka pergi
Openi lagi: seng __ roh bapa belum lagi datang bapa
Opuk bau busuk: teranggoh aubau__ tercium aku bau busuk
Orbat cabut: __ bonani gedung ai! Cabut pokok ubi itu!
Ordong berputar: __ pangahaphu pening perasaanku
Orod rapat: __ i pudini rapat di belakangnya
Oruk kunci: __ labah in! Kunci pintu itu!
Oto bodoh: __ aha pelang ibotoh! Bodoh, apa pun tidak tahu!
P
Padan janji: __ ta nattuari janji kita semalam
Padar bakar: hanami ma __ jagu i juma kami bakar jagung di ladang
Padung paruh: ongga baggal__ ni burung enggang besar paruhnya
Pae terang: __ bahen aling mu buat terang suaramu
Pae-pae hati- hati: __ handian! Hati- hati kamu sekalian!
Paet pahit: bulung ni batik__ daini daun pepaya pahit rasanya
Paham teras: __ ni hayu tualangatap samteras kayu tualangaaaatau kayu sam
Pahang parah: __ naboritni parah sakitnya
Pahat pahat: __ buat__ ai ambil pahat itu
Pakei pakei : __ ulang baju na kotor in! Jangan pakei baju yang kotor itu!
Pahular pura- pura: __ marsikolah hun rumah pura- pura sekolah dari rumah
Paik tampar : __ laen anggi min! Tampar adikmu itu!
Paina tunggu: __ hanami holi ! tunggu kami nanti!
Paja mahir; ahli: __ tumang tuhang ai mahir sekali tukang itu
Pajat tetap; tidak bergerak: i jonlah ho__ disini saja kamu menetap
Pajom hitam: nase__ bohini? Mengapa hitam mukamu?
Pakis bersih : __ bahen! Buat bersih!
Paku paku: tuktuk__ in! Totok paku itu!
Palak benci benar: __ tumang au mangidahsi benci benar aku melihatnya
Paldit lengket; lekat: __ hubang bae dingding lengket lampu di dingding
Paldou tidak tepat; menyimpang: __ do hata mai menyimpang pembicaraan itu
Palei lalai; lamban (lambat bergerak ): __ dassa ho mahorja lamban sekali kau bekerja
Palget nyaring: __ baen aling mu! Nyaringkan suaramu!
Palging tengok; lihat: __ hu jon tengok ke mari
Palu palu; pukul: ulang i__ au! Jangan dipukul saya
Pandang larang; age do,seng ku__ biarlah, tidak kularang
Pandei pandei; pintar: na___ do tuhang patureihon radio pandai sekali tukang ini memperbaiki radio
Panggang panggang: __ lobei ihan ai! Panggang dulu ikan itu!
Panggur pagut; cotok: danak ai i__ ulog anak itu dipagut ular
Panggar berani: __ do siTongat mardalan golap age sahalaksi berani si Tongat berjalan sendiri dalam gelap
Paspas banting: __ tilam membanting tilam
R
Ra mau: __ doho bangku? Makukah kau dengan aku?
Rabi sabit: __ ahu mamboli sada__ saya membeli sebuah sabit
Rabojon lereng: hanami mardang i __ ( raben) ni dolok ai saya menanam padi di lereng bukit itu
Rabung : melimpah: bah ai do domma __ air itu sudah berlimpah- limpah
Rabut lebat: nabodari udan__ i huta nami Tdi malam hujuan dikampung kami
Ragam maksud; rencana; ancang- ancang: man ___ dassa hotong engkau selalu hanya berencana
Ragas habis: domma __ jagui ai i panganaili habis jagung itu dimakan babi hutan
Ragat waktu: __ ni halak mangan waktunya makan orang
Ragei payah
Ragi kayu: martonun__ do ho somari/ bertenun raginya kau sekarang?
Rahut ikat: __ ma loke soban ai! Ikatlah kayu itu!
Rais jauh: ma __ do hunjou hu Medan jauhlah ke Medan sana
Rajah tanda: __ binahen ni dato bani angkula tanda yang dibuat dukun pada badan
Rajum menjerat: amang man __ jala ikan ayah menjerat ikan
Rambung lebat: __ hu buah gambiri ai terlalu lebat buah kemiri itu
Ramei ramei; meriah: domma __ tumang i jai sudah ramai sekali disana
Ramos lebat: __ buah ni mangga ai lebat buah mangga itu
Rampas rampas: man __ hartani halak lang jenges merampas harta orang lain tidak baik
Rampis tipis: buku ai __ buku itu tipis
Ranggiting lebah: au i doit __ saya digigit lebah
Rangin bagian: __ mu sibar jon bagianmu sampai disini
Rangit keras: __ dassah uhurmu sungguh keras hatimu
Rangkei rangka: __ ni rumah rangka rumah
Rantam maksud: aha __ mu roh hohu huta on? Apa maksudmu datang kekampung ini?
Rapit lekat: domma__ goni ai hu sangkut sudah melekat goni itu saya ikat
Rappis tapis: __ dassa buku on tipis benar buku ini
Rapuh rapuh:batang tobu ai __ tumang batang tebu itu rapuh sekali
Rasip gunting: painjamma lobei___ mu! Pinjam dulu guntingmu
Rasun racun: sonari domma dong__ nirrik sekarang sudah ada racun lalang
Ratah hijau: bulung galuh ai __ daun pisang itu hijau
Restes bayar: __ on ma ai! Bayarlah itu
Riap umum: dalan__ do on ini jalan umum
S
Sah banyak: __ do halak laho mar minggusadari on banyak orang pergi kr greja hari ini
Sabah sawah: boban ma holi sangkulmu hu__ ambia! Bawalah nanti cangkulmu ke sawah, Nak!
Sabi sabit, potong: __ omei ai ! potong padi itu
Sabur sabun: sadiha sampotong __? berapa sepotong sabun
Sabur tabur : __ hon samei in hubagas da! Taburkan bibit padi itu kedalam sawah, ya!
Sada satu: __ hauima laho hujai! Satu- satu kalian pergi kesana!
Sadari sehari: __ on lalap ho lang marhorja sehari ini belum pernah kau kerja
Sadei sandar: __ do ai idingding ia bersandar di dingding
Sadih lelah: __ pangahapku lelah perasaanku
Seer semua, bagi rata: __ sidea baya barei! semua mereka beri, Nak!
Sagad tampan: __ botou ni tampan abangnya
Sagar taruh: __ itongkarang ni padoman! Taruh di kolong tempat tidur!
Sagak tunas: domma roh __ na baru sudah tumbuh tunas yang baru
Sagakan kaki; __ ni hulu kaki lampu
Sagi fitnah: __ lobuh borit pakon pambunuhan fitnah lebih sakit dari pada pembunuhan
Sahan cawan: boan hujon __ in! bawa kemarin cawan itu!
Sahang terlalu: __ ho marosuh bani terlalu cinta kau padanya
Sahat sampai:__ bani tujuon ni sampai pada tujuannya
Sahei selesai: domma __ haganupan sudah selesai semuanya
Sahit sakit: domma piga dokah ia __ ? sudah berapa lama ia sakit?
Saik pukul: __ huda in! Pukul kuda itu!
Sait taring: domma tubuh__ sudah tumbuh gigi taringmu
Saja rapat: ___i rumah ni juni bodari patar rapat di rumah si Juni malam besok
Selang telanjang: ulang __ i rumah! Jangan telanjang di rumah!
Salhod terlambat: __ soh ia terlambat dia datang
Saluhsuh corong: ___ ni minak lampu corong minyak lampu
Salsal sinar; __ ni bulan tongah borngin sinar bulan di tengah bulan
Sambil jerat: __ i pakei bapa manangkap manuk- manuk jerat di pakei bapak menangkap burung
Sambor buruk: ulang saina __ ai tong i horjahon! Jangan yang buruk itu selalu di kerjakan!
Sampul banyak: __ hutu bai uluni banyak kutu di kepalanya
Sampang jawab: __ ma sungkun sungkun hu jawablah pertanyaanku
Sampei sampai: taruhkon ia __ hu rumah ni! Antarkan dia sampai kerumahnya!
Sambat sambung: __ tali on! Sambung tali ini
Sandang hamil, bunting, berbadan dua, duduk perut: __ parinangon ni jalotup sonari istri jalotup hamil sekarang
T
Taban lawan: __ ai domma lumpat borngin nabodari nantoari lawan itu sudah lari malam semalam
Tabi hormat: anggo hita mariapusi halak dear do hita mang __ kalau kita melewati orang tua lebih baik menghormatimu
Taboh lunak : gulu nai bohan ni nantuari __ tumang daging yang di bawanya semalam lunak sekali
Tadah bekal: otik tumang __ jabolon ai sedikit sekali bekal buruh itu
Tading tinggal: gambar ni __ i rumah ni tunangan mi petanya tinggal di rumah pacarnya
Tagil potong: lombu ni i__ bani ho ria anakni lembunya di potong untuk pesta anaknya
Tahuk gerak: ulang songoni __ ni guyut! Jangan seperti geraknya tupai!
Tahur korek : tulang mang __ tanoh laho mambahen sumur paman mengaorek tanah hendak membuat sumur
Taja rebut: duit ni i__ halak na sonang i tandai ni uangnya di rebut orang yang tidak dikenalnya
Tajal keras kepala: si Obo __ tumang sangpot Obo keras kepala sekali
Tajam tajam: raot tong do ibahen __ pisau belati selalu dibuat tajam
Tajap pipih: do ma __ ember ni bani haya namarumbak halani odoh sudah pipih kalengnya terjepit oleh kayu yang tumbang
Talag terbuka: masi domma __ baju ni si Ali ai? Kenapa sudah terbuka baju si Ali itu?
Talaga bawah: anan ni na hotor ulong i luan- luan bahen, tapi i__ nakkon tempatnya yang kotor jangan di atas, tetapi di bawa taruh
Tali tali: buat__ bani panrahut barang on! Ambil tali untuk pengikat barang ini!
Talpak patah: hayu na godang in ma __ dos i tongah kayu yang panjang itu patah di tengah- tengah
Talpang luas: lang __ parhorjaanta ai tidak luas pekerjaan kita itu
Talup pantas( cocok) : anggo, ho __ pakon si anu ai kalau kau, pantas lah sama si anu itu
Tambam duduk: tuhan do horjani___ sadari saborngin tahan ia bekerja duduk satu hari satu malam
Tamban timbun: __ lobei lubang ai! Timbun dulu lubang itu!
Tambar obat: boli lobei __ in Ani on hu rumah sakit! Beli dulu obat si Ani ini ke rumah sakit
Tambat terikat: hambing ni si Badu ___ do haganupan kambing si Badu terikat semuanya
Tambihul tumit: hahei in Ali __ ni godang kaki Ali tumitnya panjang
Tambing bengkak: mata si ali __ mata si Ali bengkak
Tampei letak: duit mi __ iatas mija uangnya terletak diatas meja
Tampak rata;domma__ ujung hu ujung sudah rata ujung ke ujung
Tampar sentuh: i___ Ali nokkan, mangkap hagampa di sentuh Ali tadi, tumpah semuanya
Tangan tangan : seng dong duit i __ hu tidak ada uang ditanganku
Tanggo tampung: laho ho!___ bah udan ai! Pergi kau! Tampung air hujan itu!
U
Uak kopek __ kulitni hotang in ! kopek kulit rotan itu !
Uang uang : __ bahat do gunak ni uang banyak sekali gunanya
Ubak tikus : bahat do __ i rumah nami banyak tikus di rumah kami
Ubah rubah : __ mapar lahou ! rubahlah kelakuanmu
Ubung sambung
Udan hujan : __ doras na bodari hujan lebat semalam
Ugah luka : tambari __ mu ! ubati lukamu !
Ugar aduk : __ ase dapot juhut na ! aduk agar dapat dagingnya !
Ugei kacau : ulang __ kaen i ! jangan kacau ( kibaskan ) kain itu !
Ugup buih : busa : dong __ ni bagot tuak mempunyai buih
Uhur hati : maborit __ dibahen parhatamu sakit hatiku karena pembicaraanmu
Uji coba : lang pala __ au ! tak usah coba aku !
Ukur ukur : __ sadiha godang ni ! ukur berapa banyaknya
Ulah kelakuan : __ ni pelang jenges kelakuannya pun tidak baik
Ulak ulang : __ sahali nari ! ulang sekali lagi !
Ulang jangan : __ i buat duit ni inang mai ! jangan diambil uang ibumu itu
Ulih untung : __ do ai marboru na rajin beruntung dia punya putri yang rajin
Ulok ular : au mabiar mangida __ saya takut melihat ular
Ulos kain : __ ni ise na tading i bah ai? Kain siapa yang tinggal disumur itu?
Ulpak pukul : __ tangan ni ! pukul tangannya
Ungkap buka : __ labah in ! buka pintu itu !
Ungkil ungkit : __ hon lobei batu in ! ungkit dulu batu itu !
Unob tenggelam : __ ibagas bah saborngin tenggelam satu hari satu malam didalam air
Unong lubuk sungai : bagas ni __ ai do dalamnya lubuk sungai itu
Unsum moncong : songon __ ni babui persis seperti moncong babi
Untei jeruk : bakku sada __ mu ! minta sebiji jerukmu !
Untor sentak : __ hon tali panrahutni in ! sentakkan tali pengikatnya itu !
Upah gaji : upah : sadiha __ni ? berapa upahnya ?
Upir geleng : __ do tong uluni anggo isuruh selalu menggeleng kalau disuruh
Uram campuran : __ ni sayur yang dicampurkan kedalam sayur
Usap hapus : gosok : __ iluh min ! hapus air matamu